Powered By Blogger

Minggu, 14 Februari 2010

Wahyu Keprabon

Dalam perspektif orang Jawa seorang pemimpin harus memiliki syarat yang harus penuhi yaitu memiliki wahyu keprabon dan memiliki trah/keturunan para raja. Karena saat itu sistem pemerintahan di tanah Jawa adalah kerajaan. Wahyu Keprabon yang berarti wahyu untuk menjadi raja/pemimpin. Mari kita tengok sejarah raja/pemimpin di tanah Jawa pada jaman dahulu.

Mulai dari jaman pewayangan dimana para Dewa sudah menakdirkan bahwa yang akan menjadi raja Astina di masa datang adalah keturunan dari Arjuna dan hal tersebut diisyaratkan dimana Arjuna beberapa kali menerima wahyu yang diantaranya adalah wahyu keprabon dari para dewa.

Wahyu tersebut beberapa kali akan direbut oleh para kurawa namun tidak bisa, karena memang wahyu tersebut adalah hak Arjuna. Beberapa waktu setelah perang Barata Yuda akhirnya cucu Arjuna yaitu Parikesit diangkat menjadi Raja Astina Pura. Pada masa kepemimpinan Parikesit sempat beberapa kali mendapat ancaman kudeta diantaranya dari cucu Bima atau Anak Gatotkaca yang bernama Krincing Wesi. Dia merasa berhak atas tahta Astina Pura, karena bapaknya menjadi pahlawan dalam perang Barata Yuda namun akhirnya kudeta tersebut gagal. Dan akhirnya Parikesit yang muncul sebagai pemenang dan dia berhasil memimpin/raja Astina.

Ada kasus didalam cerita pewayangan dimana seseorang memaksakan diri untuk menjadi pemimpin/raja tetapi kekuasaan raja tersebut tidak langgeng yaitu Prabu Suyudana yang dibantu oleh Sengkuni dan para kurawa yang merebut tahta Astina Pura dari para Pandawa dengan cara yang licik. Namun tahta prabu Suyudana tidak berlangsung lama dan dia juga tidak berhasil menurunkan kekuasaanya kepada anak cucunya. Akhirnya tahta tersebut dapat direbut kembali oleh para Pandawa dan Prabu Suyudana beserta para kurawa tewas dalam perang tersebut.

Jadi dalam cerita pewayangan seorang pemimpin harus ditakdirkan oleh para dewa dalam kitabsara yang diisyaratkan melalui wahyu keprabon. Seseorang bisa menjadi raja karena memang sudah memiliki trah atau guratan tangan untuk menjadi pemimpin/raja. Kita dapat memetik pelajaran dalam cerita tersebut bahwa pemimpin/raja harus melalui cara yang benar dan bijaksana.

Dalam sejarah Singosari isyarat pemimpin/wahyu keprabon dipancarkan melalui kaki Ken Dedes yang bersinar. Dan oleh para cerdik-cendikia pada waktu itu meramalkan bahwa Ken Dedes kelak akan menurunkan raja-raja di tanah Jawa.
Ken Arok, seorang rakyat jelata yang kemudian menjadi prajurit Tunggul Ametung, berikeinginan untuk menguasai Tumapel. Ken Arok yang waktu itu masih menjadi pembantu Tunggul Ametung menyaksikan bahwa kaki Ken Dedes memancarkan sinar. Dan Ken Arok sudah mengetahui tentang ramalan tersebut. Setelah beberapa kali terjadi perebutan kekuasan di Tumapel/Singosari Ken Arok kemudian membunuh Tunggul Ametung dengan keris yang dipesan dari Mpu Gandring. Ken Arok kemudian menjadi pengganti Tunggul Ametung dengan dukungan rakyat Tumapel. Ken Dedes pun menjadi istri Ken Arok. Ia dimahkotai dengan gelar Sri Rajasa Batara Sang Amurwabumi. Tak lama kemudian, Ken Dedes melahirkan puteranya hasil perkawinannya dengan Tunggul Ametung, yang diberi nama Anusapati. Dari selir bernama Ken Umang, Ken Arok memiliki anak bernama Tohjaya.
Langkah selanjutnya adalah penyerbuan ke pusat Kerajaan Kadiri. Ken Arok memanfaatkan situasi politik Kadiri yang kurang kondusif waktu itu, dan beraliansi dengan para brahmana. Raja Kadiri Kertajaya akhirnya dapat dikalahkan pada tahun 1222, dan sejak itu Kadiri menjadi bagian dari wilayah Singhasari
Kitab Pararaton mengisahkan pertempuran berdarah yang terjadi pada keturunan Ken Arok. Anusapati yang mengetahui bahwa pembunuh ayahnya (Tunggul Ametung) adalah Ken Arok, kemudian membunuh Ken Arok pada tahun 1227 dan menggantikannya menjadi raja di Kerajaan Singhasari.
Anusapati memerintah Singhasari selama 20 tahun. Tohjaya, putera Ken Arok dari seorang selir bernama Ken Umang kemudian menuntut balas kematian ayahnya. Tohjaya membunuh Anusapati pada tahun 1248 dan menjadi raja Singhasari. Menurut beberapa riwayat, pembunuhan tersebut juga dilakukan dengan menggunakan keris Mpu Gandring.
Tohjaya mendapat banyak tentangan karena ia adalah anak seorang selir yang dianggap tidak berhak menduduki singgasana Singhasari. Tohjaya hanya memerintah kurang dari setahun karena tewas dalam sebuah pemberontakan yang menentangnya menjadi raja. Pemberontakan dipimpin oleh Ranggawuni anak Anusapati, dan Mahesa Cempaka anak Mahesa Wong Ateleng. Ranggawuni kemudian menggantikannya menjadi raja dengan gelar Wisnuwardhana.
Selanjutnya putra Ranggawuni yaitu Kertanegara menjadi Raja Singosari. Namun kekuasaan Prabu Kertanegara direbut oleh Jayakatwang dari Kediri. Kekuasaan Jayakatwang tersebut tidak bertahan lama karena akhirnya keturunan dari Mahesa Cempaka atau anak dari Dyah Lembu Tal yaitu Raden Wijaya berhasil menyingkirkan Jayakatwang serta bala tentara dari Cina dan Dia menjadi raja Majapahit yang pertama.

Pada masa kejayaan Majapahit yang dipimpin oleh Prabu Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada berhasil menyatukan nusantara bahkan wilayahnya melebihi wilayah Republik Indonesia saat ini. Para ahli sejarah sepakat bahwa penyatuan nusantara waktu itu karena peran yang sangat besar dari Maha Patih Gajah Mada. Namun Patih Gajah Mada tidak bisa menjadi Raja Majapahit karena dia bukan keturunan dari Raja Majapahit, Sedangkan Prabu Hayam Wuruk adalah keturunan raja-raja Majapahit sebelumnya bahkan masih keturunan dari Ken Dedes dari Singosari.

Jadi wahyu keprabon/kepemimpinan pada jaman kerajaan Singosari dan awal berdirinya kerajaan Majapahit lahir melalui keturunan Ken Dedes yang telah diramal oleh para cendikiawan waktu itu bahwa dia akan menurunkan para raja di tanah Jawa karena kakinya memancarkan sinar. dan kekuasaan Singosari selalu tidak bertahan lama karena dilakukan melalui perebutan kekuasan dan tetesan darah yang dilakukan oleh keturanan Ken Arok dan Tunggul Ametung.

Pada masa kerajaan Mataram Islam pun seseorang menjadi Raja/Pemimpin harus memiliki wahyu keprabon. Dalam legenda jawa yang ditulis oleh Dr. H.J. De Graff dalam buku Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa dikisahkan seorang penyadap nira yang bernama Ki Ageng Giring mempunyai sebutir kelapa, yang airnya bila diminum sekali teguk akan membuat si peminum menjadi nenek moyang yang akan memerintah seluruh Tanah Jawa. Ki Ageng Giring konon lupa meminum air kelapa tersebut dan Ki Ageng Pemanahan secara kebetulan meminumnya dan ramalan tersebut menjadi kenyataan, karena keturunan Ki Ageng Pemanahan berhasil menjadi pemimpin di Tanah Jawa.

Dikisahkan Ki Ageng Pemanahan beserta anknya yaitu Danang Sutawijaya mengabdi/suwito kepada penguasa Pajang waktu itu yaitu Sultan Hadiwidjoyo. Dan oleh Sultan Hadiwidjoyo Danang Sutowijyo diangkat menjadi anak angkat. Ketika itu terjadi perselisihan antara Sultan Hadiwidjoyo dengan penguasa Jipang yaitu Adipati Aryo Penangsang. Selanjutnya Sultan Pajang memerintahkan Danang Sutowijoyo, Ki Pemanahan dan Ki Penjawi untuk berperang melawan Aryo Penangsang dari Jipang.
Setelah berhasil menaklukkan Aryo Penangsang, Sultan Hadiwijaya (1550-1582), raja Pajang memberikan hadiah kepada 2 orang yang dianggap berjasa dalam penaklukan itu, yaitu Ki Ageng Pemanahan dan Ki Penjawi. Ki Ageng Pemanahan memperoleh tanah di Hutan Mentaok dan Ki Penjawi memperoleh tanah di Pati.
Pemanahan berhasil membangun hutan Mentaok itu menjadi desa yang makmur, bahkan lama-kelamaan menjadi kerajaan kecil yang siap bersaing dengan Pajang sebagai atasannya. Setelah Pemanahan meninggal pada tahun 1575 ia digantikan putranya, Danang Sutawijaya, yang juga sering disebut Pangeran Ngabehi Loring Pasar. Sutawijaya kemudian berhasil memberontak pada Pajang. Setelah Sultan Hadiwijaya wafat (1582) Sutawijaya mengangkat diri sebagai raja Mataram dengan gelar Panembahan Senapati. Pajang kemudian dijadikan salah satu wilayah bagian daari Mataram yang beribukota di Kotagede. Senapati bertahta sampai wafatnya pada tahun 1601.
Selama pemerintahannya boleh dikatakan terus-menerus berperang menundukkan bupati-bupati daerah. Kasultanan Demak menyerah, Panaraga, Pasuruan, Kediri, Surabaya, berturut-turut direbut. Cirebon pun berada di bawah pengaruhnya. Panembahan Senapati dalam babad dipuji sebagai pembangun Mataram.

Jadi wahyu keprabon pada jaman Mataram Islam dimulai ketika Ki Ageng Pemanahan meminum sebutir kelapa, yang airnya bila diminum sekali teguk akan membuat si peminum menjadi nenek moyang yang akan memerintah seluruh Tanah Jawa. Dan akhirnya Raja-Raja Mataram Islam adalah keturunan dari Keturunan Ki Ageng Pemanahan.

Pada Jaman Rasulullah Muhammad SAW, beliau memang orang yang dipilih oleh Allah SWT untuk memimpin umatnya dan segala tingkah laku, sikap dan perbuatan beliau selalu mendapat bimbingan dari Allah SWT melalui malaikat Jibril. Nabi Muhammad juga memiliki syarat untuk menjadi pemiimpin diantaranya adalah shidiq yang berarti jujur, amanah berarti aman dapat dipercaya, fathonah berarti cerdas serta tabligh bisa menyampaikan.

Gaya kepemimpinan Presiden Sukarno berbeda dari kepemimpinan-kepimpinan kerajaan-kerajaan tempo dulu dia tidak mendapat wahyu keprabon atau wahyu sebagai seorang pemimpin. Beliau sebagai Bapak Proklamator Republik Indonesia memiliki karisma untuk memimpin bangsa dan negaranya.

Untuk kepemimpinan di Indonesia saat ini sudah tidak mungkin lagi menunggu munculnya wahyu keprabon dari para Dewa atau wahyu dari Allah SWT serta memiliki trah/keturunan dari para Raja karena sistem pemerintahan kita bukan sistem Kerajaan. Seorang Pemimpin idealnya harus memiliki sifat yang jujur, amanah, cerdas dan dicintai oleh rakyatnya dan yang sangat penting adalah seorang pemimpin harus dapat memakmurkan rakyat Indonesia.

Sumber :
Dr. H.J. De Graff dalam buku Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa
Internet
Berbagai Sumber

30 Fakta Unik Tentang Tubuh Manusia






1. Setiap hari anda, kecuali anda gundul, kehilangan 100 lembar rambut dan 36.000 tiap tahun.

2. Bersin anda meluncur dengan kecepatan lebih 100 mph.

3. Abu rata-rata manusia setelah dikremasi adalah seberat 9 pounds.

4. Tubuh manusia dapat berthana lama tanpa makan daripada tanpa tidur. Kelaparan akan menyebabkan kematian dalam beberapa minggu sedangkan tanpa tidur anda akan mati dalam waktu 10 hari.

5. Manusia rata-rata meminum air sebanyak 16.00 galon selama hidupnya.

6. Bayi lahir dengan 300 tulang tetapi ketika dewasa berkurang hingga 206 tulang saja.

7. Jantung anda berdetak sebanyak 37.000.000 dalam setahun, selama hidup dua atau setengah milyar kali.

8. Setiap inci kulit kita di huni koloni bakteri sebanyak 32 juta bakteri.

9. Organ dalam terbesar dalam tubuh kita adalah usus kecil dengan panjang 20 kaki lebih.

10. 85 % otak kita adalah air!.

11. 300 juta sel mati didalam tubuh kita setiap menit.

12. Organ terbesar manusia adalah kulit dengan panjang 25 kaki persegi.

13. kulit manusia mengelupas sebanyak 600.000 partikel perhari, 1,5 pound perhari. Dalam usia 70 tahun kehilangan 105 pon kulit.

14. Kulit manusia mengelupas dan tumbuh setiap 27 hari, hampir 1000 an kulit baru manusia tumbuh dalam seluruh hidupnya.

15. Membutuhkan 17 otot untuk tersenyum dan 43 untuk mengkerut.

16. Rata-rata lama hubungan seksual manusia adalah 2 menit.

17. Membunuh diri dengan cara menahan nafas tidaklah mungkin bagi kita.

18. Jantung manusia dapat menciptakan tekanan darah yang mencurat setinggi 30 kaki.

19. Anada berkedip hampir 84 juta kali dalam setahun.

20. Bila kita bersin semua organ kita berhenti bekerja sampai ke hati juga.

21. Sebanyak 40 orang tiap menitnya dikirimkan kerumah sakit akibat gigitan anjing.
22. bayi lahir tanpa tempurung kaki hingga umur 2-6 tahun.

23. Hidung di rambut anda rata-rata tumbuh 2 meter selama hidup anda.

24. Virus flu lebih mudah menyebar akibat berjabat tangan daripada berciuman.

25. Gigi manusia sbebenarnya mempunyai panjang 55 mil.

26. Perjalanan impuls ke otak mencapai kecepatan 170 mil per jam.

27. manusia da yang mempunyai kaki yang panjangnya beda.

28. Pria ataupun wanita rata-rata berbicara sebanayak 31.500 kata per hari.

29. Kebanyakan debu di rumah anda terbuat dari kulit yang mati.

30. Diperkirakan 0,7% populasi dunia dalah seorang pemabuk.

Jumat, 12 Februari 2010

Mars Brand



Mars Brand

Terdapat di : Circle-K (CK)
Tembakau ini memang terdistribusi dengan baik di berbagai kota. Kita dapat menemukannya setiap kali berbelanja di CK baik di Jakarta, Bandung atau Bali.
Dengan produk yang terdistribusi melalui gerai Circle-K saya kira target pasarnya adalah anak muda atau kalangan menengah keatas.

Kualitas dan rasa
Irisan/shag tembakau sangat halus dan kering, sehingga mudah untuk dipilah dan dilinting. Aroma tembakaunya harum sebelum dibakar, tapi bau asap bakarannya sangat menyengat. Seorang teman mengatakan baunya seperti tumis cumi, kalau saya menggambarkan baunya seperti asap jerami yang terkena kencing kuda. Dan rasa di tenggorokan agak kering dan gatal sewaktu menghisap.

Kemasan (Packaging)
Kemasan fisik cukup baik, menggunakan kertas dengan bagian dalam seperti alumunium foil, ditambah kertas halus yang membuat aroma tembakau tetap terjaga.


Desain tampilan kemasan
Terkesan sangat tua, warna dasar hitam dan orange, dengan logo gambar seorang prajurit membawa perisai. Membuktikan bahwa keunikan dan khas dari Mars Brand itu sendiri. ^^






Mars Brand Cigarette Paper
Bahan kertas tipis namun kuat untuk melinting tembakau sampai padat.
Dikarenakan cigarette paper ini tidak memiliki perekat di bagian pinggir sehingga lintingan sering terbuka ketika sedang menikmati tembakau. Namun, itu bukan celah dari cigarette paper ini. Itu demi memberikan rasa asli dari tembakaunya yang khas saat dihisap.

Kamis, 11 Februari 2010

dreadlocks

rambut gimbal atau lazim disebut “dreadlocks” menjadi titik perhatian dalam fenomena reggae. Saat ini dreadlock selalu diidentikkan dengan musik reggae, sehingga secara kaprah orang menganggap bahwa para pemusik reggae yang melahirkan gaya rambut bersilang-belit (locks) itu. Padahal jauh sebelum menjadi gaya, rambut gimbal telah menyusuri sejarah panjang. Konon, rambut gimbal sudah dikenal sejak tahun 2500 SM. Sosok Tutankhamen, seorang fir’aun dari masa Mesir Kuno, digambarkan memelihara rambut gimbal. Demikian juga Dewa Shiwa dalam agama Hindu. Secara kultural, sejak beratus tahun yang lalu banyak suku asli di Afrika, Australia dan New Guinea yang dikenal dengan rambut gimbalnya. Di daerah Dieng, Wonosobo hingga kini masih tersisa adat memelihara rambut gimbal para balita sebagai ungkapan spiritualitas tradisional.Membiarkan rambut tumbuh memanjang tanpa perawatan, sehingga akhirnya saling membelit membentuk gimbal, memang telah menjadi bagian praktek gerakan-gerakan spiritualitas di kebudayaan Barat maupun Timur. Kaum Nazarit di Barat, dan para penganut Yogi, Gyani dan Tapasvi dari segala sekte di India, memiliki rambut gimbal yang dimaksudkan sebagai pengingkaran pada penampilan fisik yang fana, menjadi bagian dari jalan spiritual yang mereka tempuh. Selain itu ada kepercayaan bahwa rambut gimbal membantu meningkatkan daya tahan tubuh, kekuatan mental-spiritual dan supernatural. Keyakinan tersebut dilatari kepercayaan bahwa energi mental dan spiritual manusia keluar melalui ubun-ubun dan rambut, sehingga ketika rambut terkunci belitan maka energi itu akan tertahan dalam tubuh.

Seiring dimulainya masa industrial pada abad ke-19, rambut gimbal mulai sulit diketemukan di daerah Barat. Sampai ketika pada tahun 1914 Marcus Garvey memperkenalkan gerakan religi dan penyadaran identitas kulit hitam lewat UNIA, aspek spiritualitas rambut gimbal dalam agama Hindu dan kaum tribal Afrika diadopsi oleh pengikut gerakan ini. Mereka menyebut diri sebagai kaum “Dread” untuk menyatakan bahwa mereka memiliki rasa gentar dan hormat (dread) pada Tuhan. Rambut gimbal para Dread iniah yang memunculkan istilah dreadlocks—tatanan rambut para Dread. Saat Rastafarianisme menjadi religi yang dikukuhi kelompok ini pada tahun 1930-an, dreadlocks juga menjelma menjadi simbolisasi sosial Rasta (pengikut ajaran Rastafari).
Simbolisasi ini kental terlihat ketika pada tahun 1930-an Jamaika mengalami gejolak sosial dan politik. Kelompok Rasta merasa tidak puas dengan kondisi sosial dan pemerintah yang ada, lantas membentuk masyarakat tersendiri yang tinggal di tenda-tenda yang didirikan diantara semak belukar. Mereka memiliki tatanan nilai dan praktek keagamaan tersendiri, termasuk memelihara rambut gimbal. Dreadlocks juga mereka praktekkan sebagai pembeda dari para “baldhead” (sebutan untuk orang kulit putih berambut pirang), yang mereka golongkan sebagai kaum Babylon—istilah untuk penguasa penindas. Pertengahan tahun 1960-an perkemahan kelompok Rasta ditutup dan mereka dipindahkan ke daerah Kingston, seperti di kota Trench Town dan Greenwich, tempat dimana musik reggae lahir pada tahun 1968.

Ketika musik reggae memasuki arus besar musik dunia pada akhir tahun 1970-an, tak pelak lagi sosok Bob Marley dan rambut gimbalnya menjadi ikon baru yang dipuja-puja. Dreadlock dengan segera menjadi sebuah trend baru dalam tata rambut dan cenderung lepas dari nilai spiritualitasnya. Apalagi ketika pada tahun 1990-an, dreadlocks mewarnai penampilan para musisi rock dan menjadi bagian dari fashion dunia. Dreadlock yang biasanya membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk terbentuk, sejak saat itu bisa dibuat oleh salon-salon rambut hanya dalam lima jam! Aneka gaya dreadlock pun ditawarkan, termasuk rambut aneka warna dan “dread perms” alias gaya dreadlock yang permanen.

Meski cenderung lebih identik dengan fashion, secara mendasar dreadlock tetap menjadi bentuk ungkap semangat anti kekerasan, anti kemapanan dan solidaritas untuk kalangan minoritas tertindas....